Mendengar ulasan di elshinta membuat saya menulis artikel ini. Seperti kita tahu masyarakat Jakarta sudah terbiasa dengan kondisi lalu-lintas yang macet dimana-mana, terutama jam-jam masuk kerja dan jam pulang kerja. Sejak kehadiran bus transjakarta atau yang lebih kita kenal dengan nama busway banyak orang yang sebelumnya menggunakan mobil pribadi dan motor mulai berpindah ke busway untuk menuju kantor mereka. Memang jumlah orang yang berpindah menggunakan busway belum sesuai dengan tujuan pertama diluncurkannya busway yaitu untuk mengurangi dan menanggulangi kemacetan di Jakarta. Tapi dengan mulai banyak orang yang menggunakan busway sebetulnya ada harapan dari masyarakat bahkan saya sendiri akan hari depan yang lebih cerah (Jakarta terbebas dari kemacetean).
Mungkin yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah harapan dari sebagian masyarakat terutama kelas menegah cenderung ke bawah ini dapat dibaca oleh pemerintah, sehingga dapat memberikan solusi untuk menambah peningkatan jumlah pemakai busway dengan cara menambah armada busway (frekuensinya) dan penambahan area parkir yang mungkin selama ini masih terkesan seadanya (menumpang dengan area lain) seperti di Ragunan misalnya. Kalau perlu dikelola secara khusus semacam area parkir berlangganan di titik-titik pemberangkatan busway (dengan harga yang terjangkau tentunya) supaya masyarakat pengguna busway yang menitipkan mobil atau motornya merasa lebih nyaman dan aman meninggalkan kendaraaan mereka di tempat parkir yang jauh dari pengawasan. Menurut saya pribadi keberadaan busway merupakan salah satu solusi kemacetan di Jakarta yang mungkin untuk saat ini belum maksimal karena keterbatasan prasarana penunjang disana-sini. Semoga makin kedepan keberadaan busway dapat mengurangi kemacetan lebih signifikan dan masyarakat juga dapat menikmati rutinitas sehari-hari dengan nyaman dan aman.
Recent Comments